Besuki Folk Dance Goes to Thailand
-
Dalam rangka memenuhi undangan dari Surin International Folklore Festival ke 7 yang diadakan di Surin, Thailand pada tanggal 15-25 Januari 2012, anggota Besuki Folk Dance (BFD,) kelompok tari, pelajar SDBI Menteng 01, Jl. Besuki No. 4, Jakarta atau yang dikenal dengan “SD nya Obama,” menjadi wakil dari delegasi Indonesia atau salah satu dari delegasi-delegasi negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Italia, Lithuania, India, Israel, Bangladesh, Srilanka, Nepal, China, Kamboja, The Philippines dan negara Thailand sendiri.
Festival itu diikuti oleh penari dan seniman dari berbagai umur yang terutama berasal dari sekolah atau universitas dari negara-negara tersebut diatas yang memperhatikan pentingnya kerjasama antar negara dalam bidang Art and Culture (Seni dan Budaya) dalam rangka terwujudnya perdamaian dunia.
Kebetulan kali ini Indonesia merupakan peserta termuda dengan mengirimkan anak-anak berumur 8-11 tahun atau siswa sekolah dasar. BFD Mengirimkan Amanda (11 tahun), Arghya (10 tahun), Chacha (10 tahun), Nadya (11 tahun), Zuhud (10 tahun), Rayhandika (10 tahun), Derry (10 tahun), Dyfan (11 tahun), Fina (10 tahun), Gifarie (11 tahun), Lili (10 tahun), Kisya (8 tahun,) Naura (8 tahun), Nisa (8 tahun), Syefa (11 tahun), Thareq (10 tahun), dan Vio (8 tahun.) Peserta terbanyak dari festival tersebut merupakan anak-anak remaja berumur 11-17 tahun diikuti kemudian oleh peserta dewasa.
Dengan ditemani oleh 7 (tujuh) official termasuk guru (Ibu Marmi Kromo Karyono), Delegation Leader dari IOV, pelatih tari dan beberapa orang tua murid, anak-anak tersebut berangkat dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 896 sekitar pukul 13.40 dari Jakarta menuju Bangkok.
Sesampainya di Bangkok, delegasi di jemput oleh Bis yang disediakan oleh Surindra Rajhabat University yang merupakan penyelenggara dari the 7th SIFF Festival, menuju Surin, yang terletak di sebelah utara Timur (North Eastern) Thailand. Surin dikenal sebagai kota Gajah dengan festival Gajah Tahunannya yang terkenal dan merupakan daerah penghasil sutera Thailand serta kerajinan Perak.
Di festival tersebut, anak-anak BFD mendapat sambutan yang hangat dan hampir paling meriah setiap kali performance mungkin karena satu-satunya peserta anak-anak dan berhasil menunjukkan prestari tari yang luar biasa di banding dengan penari-penari dari negara lain yang notabene lebih dewasa umurnya. Selama 10 hari pentas, BFD membawakan Tari Dayak, Tari Papua, Tari Lenggang Nyai, Tari Saman dan Tari Topeng. Dimana tari-tari tersebut berasal dari pulau-pulau di Indonesia dan menggambarkan keragaman seni budaya Indonesia. Delegasi kita juga di anugerahi award “The best of the Lov(el)iest Performance.”
Pementasan tari-tari tersebut tidak hanya dilakukan di satu panggung, tapi juga berkeliling dari satu provinsi ke provinsi lain seperti Buriram dan yasothon. Dimana kemudian anak-anak berkesempatan mengenal lebih dalam hasil karya seni Thailand yang tersaji di Silk Village, menonton pertunjukan Gajah, ke Indo-China Market dan mengunjungi Budha temple. Anak-anak juga berkesempatan menunjukkan pakaian daerah Indonesia dalam salah satu pagelaran International Fashion show, Indonesia menampilkan baju Padang (Lili dan Rayhandika) serta baju Bodo dari Sulawesi (Chacha dan Zuhud). Salah satu peserta BFD, Kisya (8 tahun) bahkan mewakili Indonesia mengenakan baju daerah Thailand, dan mereka berbaur dengan peserta dari negara lain menunjukkan indahnya harmony kebersamaan bangsa-bangsa di dunia melalui sebuah pertunjukan seni dan fashion yang spektakular.Tidak hanya pentas seni, anak-anak BFD juga berkesempatan berbaur dengan anak-anak sekolah dasar Anubarn Surin School. Selain mempertontonkan keahlian mereka menari Saman, mereka juga ikut upacara bendera, belajar bahasa Inggris dan merasakan belajar di kelas bersama teman-teman baru Thailand mereka. Mereka juga saling menukar cindera mata dengan teman-teman baru tersebut.
Acara puncak dari festival tersebut adalah Jambore deklarasi Perdamaian yang digaungkan oleh semua delegasi negara-negara peserta. Heart of Harmony adalah lagu wajib yang hampir selalu dinyanyikan secara bersama-sama oleh seluruh peserta di akhir pementasan. Lagu itu menceritakan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan melalui perdamaian dunia.
Hidup di negeri orang, mengenalkan budaya sendiri, berinteraksi serta mengenal orang dan budaya asing, merupakan bekal bagi anak-anak untuk berhasil di dunia global dan meraih impian di masa depan. Tentu hal itu menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi anak-anak BFD. Terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan sebagian dari mimpi-mimpi mereka.
Related posts
No comments yet.

Leave a comment