ChilliBox

  • HOME
  • NEWS
  • BLOG
  • PROFIL
    • PROGRAM
    • EKSTRAKURIKULER
    • KALENDER PENDIDIKAN
  • FASILITAS
  • PPDB 2013
  • BLOG GURU
  • ABOUT US
    • Kepala Sekolah
    • Guru Kelas 1
    • Guru Kelas 2
    • Guru Kelas 3
    • Guru Kelas 4
    • Guru Kelas 5
    • Guru Kelas 6
    • Guru Bidang Study
    • Fungsional

Konsep Pembelajaran Mutakhir dan Inovatif

  • SDN MENTENG 01
    • Artikel
      • Konsep Pembelajaran Mutakhir dan Inovatif
Share |
  • Author
    admin
    Category
    Artikel
    Tags
    Pembelajaran, spice
    Comments
    0

    SPICES dapat dipandang sebagai sebuah konsep pembelajaran mutakhir dan inovatif. Konsep pembelajaran yang digagas oleh Harden, dkk (1984) ini telah banyak dipraktikkan dan dikembangkan dalam pendidikan medis.

    SPICES merupakan akronim dari (1) Student-centered, (2) Problem-based; (3) Integrated; (4) Community-based(Consummer-based); (5) Elective; dan (6) Systematic. Akronim ini sekaligus menggambarkan komponen-komponen utama dari konsep pembelajaran ini. Berikut ini disajikan penjelasan singkat dari keenam akronim tersebut.

    1. Student-centered. Student centered berarti siswa secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari, aktif dalam pengelolaan pengetahuan, belajar menentukan apa yang ingin mereka ketahui, mampu mencari pengetahuan sendiri (mandiri) dan belajar berkesinambungan, memanfaatkan banyak media, penekanan pada pencapaian kompetensi bukan pada tuntasnya materi. Guru berfungsi sebagai fasilitator dan pembimbing dan pendamping dalam mendapatkan pengetahuan dan keterampilan. Guru mempersiapkan tujuan pembelajaran yang harus dicapai, sumber belajar yang akan digunakan, serta materi dan evaluasi yang akan dipakai sebagai penuntun bagi siswa untuk mengembangkan kompetensinya secara mandiri.
    2. Problem-based. Problem based berarti siswa diberikan trigger masalah atau ilustrasi kasus yang akan digunakan untuk mencari, menggali dan mengumpulkan informasi dan ilmu. Dengan cara ini siswa dirangsang untuk mengembangkan nalar dan daya analisanya, berpikir kritis dan mampu menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk memenuhi prinsip pembelajaran ini adalah metode Problem Based Learning.
    3. Integrated. Integrated berarti perencanaan dan kurikulum lajaran didesain secara terintegrasi, baik secara horisontal maupun vertikal. Dalam hal ini, sswa tidak diajak berpikir secara terkotak-kotak dalam masing-masing disiplin ilmu, tetapi mereka dapat menghubungkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya secara utuh (lintas disiplin).
    4. Community-based (Consummer-based). Community based berarti pembelajaran harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat atau pada kepentingan konsumen. Proses pembelajaran siswa tidak hanya dibatasi oleh ruang kelas dengan bahan tekstual tetapi mereka mempelajari berbagai aspek kehidupan masyarakat yang ada di lingkungan nyata mereka. Melalui berbasis komunitas ini, secara langsung siswa diajak untuk berlatih dan belajar mengambil peran secara positif dalam lingkungan sosialnya.
    5. Elective. Selain menyediakan mata pelajaran yang telah terstruktur dalam kurikulum, sekolah seyogyanya menyediakan program-program pilihan yang dapat diambil siswa, disesuaikan dengan minat, tujuan, bakat, dan keunikan karakteristik mereka masing-masing.
    6. Systematic. Pembelajaran dikembangkan dengan tujuan, materi dan tahapan-tahapan yang jelas, logis dan tertib, sehingga pada gilirannya para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mencapai kompetensi secara utuh.

    Dilhat dari komponen-komponen yang terkandung dalam SPICES, konsep pembelajaran ini tampak menawarkan berbagai keunggulan kepada kita, diantaranya: (1) menjadikan siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses belajarnya (2) pengembangan keterampilan memecahkan masalah secara komprehensif; (3) pengembangan kemampuan berfikir analistis secara lebih tajam dan luas, (4) melatih keterampilan sosial yang benar-benar aplikabel dalam lingkungan sosialnya; (5) memberikan kesempatan belajar kepada siswa yang sesuai dengan bakat, minat dan keunikan karakteristik lainnya; dan (6) menjadikan proses pembelajaran lebih tertib dan efektif.

    ==================

    Refleksi:

    Melihat berbagai keunggulan yang ada, konsep pembelajaran ini sangat memungkinkan untuk diadopsi dan diterapkan pula dalam bidang pendidikan lainnya.

    Dalam konteks pendidikan nasional, khususnya dalam konteks KTSP , konsep pembelajaran ini tampaknya sejalan dan dapat disetarakan (meski tidak sepenuhnya identik) dengan konsep PAIKEM, yang saat ini sedang gencar disosialisasikan dan dilaksanakan di sekolah-sekolah kita.

    Selamat ber-SPICES dan semoga pendidikan kita dapat menjadi lebih baik…

  • Previous post
  • Next post
Top

Related posts

  • Waktu Sekolah Siswa SD Ditambah Empat Jam
  • Suasana Kompetisi Sakamoto
  • Hasil KOMPETISI MATEMATIKA KREATIF
  • KOMPETISI MATEMATIKA KREATIF
  • Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2013

Share this post

Author admin

Gravatar

Leave a comment

No comments yet.

RSS Recent Posts

  • Waktu Sekolah Siswa SD Ditambah Empat Jam
  • Suasana Kompetisi Sakamoto
  • Hasil KOMPETISI MATEMATIKA KREATIF
  • KOMPETISI MATEMATIKA KREATIF
  • Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2013
  • Kegiatan Belajar Mengajar
  • PEMANFAATAN INTERNET DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN
  • Hari Raya Qurban 2012
  • Gemar Membaca
  • Siswa SDN RSBI Menteng 01 Memilih Ketua Kelas Di KPU
  • Kunjungan Dari SK Bandar Uda 2 Malaysia
  • Pentas Kreatifitas
  • Peringatan Hari Kartini
  • Peringatan Hari Pendidikan Nasional
  • Piagam

Recent Comments

  • Azizah on PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU ONLINE 2010-2011
  • dubai escort service on Matematika Mempunyai Nilai Karakter
  • admin on 1 ONS bukan 100 Gram – Pendidikan yang Menjadi Boomerang
  • Didie Kasman on 1 ONS bukan 100 Gram – Pendidikan yang Menjadi Boomerang
  • ANDI on CREATIVE MATHEMATIC COMPETITION
  • nandrolone on Matematika Mempunyai Nilai Karakter
  • untue on ThinkQuest (Tulisan ketiga)
  • buy nandrolone on Matematika Mempunyai Nilai Karakter
  • admin on PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU ONLINE 2010-2011
  • Ahmad Irjik on PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU ONLINE 2010-2011
  • Bayu Pramana on Goes to Turkey
  • Fitness programs on Top 5 Character Traits of Great Teachers
  • admin on Profil Sekolah
  • Vivi Savitri on Profil Sekolah
  • Hana on Goes to Turkey
  • hatipah haroen on PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU ONLINE 2010-2011
  • Jual drumband on PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU ONLINE 2010-2011
  • Asyifa Isvari on LOMBA DRUMBAND di SENAYAN
  • Asyifa Isvari on LOMBA DRUMBAND di SENAYAN
  • jasa seo on CREATIVE MATHEMATIC COMPETITION

Categories

  • Artikel (24)
  • Berita (10)
  • Kegiatan (32)

Archives

  • May 2013 (1)
  • March 2013 (3)
  • February 2013 (1)
  • January 2013 (1)
  • December 2012 (1)
  • October 2012 (3)
  • September 2012 (1)
  • June 2012 (1)
  • May 2012 (2)
  • April 2012 (3)
  • March 2012 (4)
  • January 2012 (1)
  • December 2011 (20)
  • November 2011 (1)
  • August 2011 (1)
  • June 2011 (1)
  • April 2011 (4)
  • March 2011 (7)
  • February 2011 (4)
  • October 2010 (1)
  • September 2010 (2)
  • August 2010 (3)

Facebook Fan

Tags

  • Guru1
  • Kompetensi1
  • Pembelajaran1
  • skripsi1
  • spice1
  • Timbangan1
SDN MENTENG 01 - 2012